Prinsip Kerja Screw Kompresor

Screw Air Compressors – Kompresor model ini di klaim lebih tahan dalam pemakaian jangka panjang, hasil pengembangan model sebelumnya yaitu Reciprocating compressors atau yang lebih popular dengan nama Piston kompresor seperti yang banyak kita jumpai di bengkel-bengkel dan pabrikan skala kecil. Seiring perkembangan pertumbuhan di sektor Industri setiap Negara, maka beberapa pabrikan baru pun banyak bermunculan untuk ambil bagian dalam bisnis pembuatan dan perakitan kompresor dari skala kecil hingga pabrikan besar.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menjanjikan potensi pasar yang baik dalam bisnis ini dimana pertumbuhan industri terus berkembang dan meluas di setiap wilayah, seiring dengan makin banyaknya investor lokal dan mancanegara yang membangun bisnis di sektor Industri dengan tuntutan jam kerja yang makin panjang bahkan disebahagian pabrikan memberlakukan jam kerja 24 jam non stop dengan tiga ship.

Hal itu tentunya menuntut kesiapan dan ketahanan mesin-mesin yang digunakan diantaranya kompresor yang menjadi jantung pemicu kalangsungan produksi. Sadar akan hal itu FUSHENG AIR COMPRESSORS telah lama hadir di Indonesia dengan strategi market sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan penggunanya, selalu berimprovisasi dan berinovasi untuk mencapai model pelayanan yang dapat dibanggakan.

Kembali pada tema kita kali ini yaitu Prinsip Kerja Screw Kompresor – Pada prinsipnya kompresor jenis ini terdiri dari dua rotor screw (male dan female) dinamakan Air End yang digerakan oleh motor listrik dan ada juga yang menggunakan engine atau biasa kita sebut portable kompresor yang disalurkan menggunakan v-belt dan ada juga kopling. Dari putaran kedua rotor tersebut akan menghisap udara pada lubang intake (suction valve) dan menghasilkan udara bertekanan yang akan keluar dari outlet. Udara yang masuk haruslah udara yang bersih dan bebas dari partikel kasar karena dapat merusak material rotor, maka diberikan filtrasi sebelumnya (Air Filter). Udara yang terkompresi memiliki suhu yang extrem, untuk itulah kompresor jenis ini ditopang dengan sistem pendinginan udara Air cooler. Putaran kedua rotorpun membutuhkan pelumasan yang baik agar tidak terjadi over heating yang dapat mengakibatkan terjadinya jump start, maka untuk memaksimalkan hasil pelumasan yang baik maka kompreosor jenis inipun dilengkapi dengan sistem pendinginan (oil cooler) dan penyaringan oil lubricant (oil filter), dengan adanya pelumasan langsung pada rotor itu artinya udara yang terkompresi yang dihasilkan bercampur oli, maka untuk memisahkan dan membersihkan udara dari kadar oli kompresor jenis ini sudah dilengkapi sistem pemisah antara oli dan udara / oil sparator. Dari rangkaian yang kita bahas diatas maka dapat dipastikan kompresor jenis ini memerlukan kontrol di setiap komponennya yang dapat memberikan informasi kondisi part tersebut apakah dalam kondisi laik atau tidak karena apabila terjadi kegagalan pelumasan atau atau sumbatan pada filtrasi udara akan mengakibatkan suhu kerja kompresor naik dan pada temperatur tertentu akan mengakibatkan kompresor trip (mati mendadak) dan kerusakan fatal pada beberapa komponen.

Dari gambaran diatas jelas bahwa Screw Comprressors harus ditopang dengan teknologi dan control yang baik, maka para insinyur membekalinya dengan sebuah alat one stop control atau control panel yang dilengkapi monitor. Dengan demikian kompresor dapat dioperasikan dengan mudah dalam jangka waktu yang lama.

Prinsip Kerja Screw Kompresor ini hampir sama dengan prinsip kerja mesin kendaraan seperti mobil yang semakin dilengkapi dengan mekanisme control yang sangat baik untuk mobil dengan brand yang ternama. hal itu ditujukan agar penggunakanya merasa nyaman dalam segala kemudahan dan masa pakai yang lebih lama. itulah pentingnya menentukan pilihan, karena harga saja tidak dapat dijadikan acuan dalam pertimbangannya.

 

Terimakasih,

Marketing Team